Muhammad Habibi Muhammad Habibi
Ads go here

Apa yang Sebenarnya Dicari Pemilih dari Seorang Kandidat

Apa yang Sebenarnya Dicari Pemilih dari Seorang Kandidat
Daftar isi

Seorang calon membawa banyak ciri sekaligus. Eksperimen yang mengacak profil kandidat membantu melihat mana yang mengubah dukungan, dan mengapa menyukai seseorang belum tentu berarti memilihnya.

Dua calon berdiri di hadapan pemilih. Yang satu lebih muda dan berpendidikan tinggi. Yang lain sudah lama bekerja, tampak dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi berasal dari lingkungan yang berbeda. Keduanya membawa sejumlah kelebihan dan kekurangan. Mana yang akan dipilih?

Pertanyaan itu mudah diajukan, tetapi jawabannya tidak mudah dibongkar. Kalau calon pertama lebih disukai, belum tentu usia mudanya yang menentukan. Mungkin pendidikannya. Mungkin pekerjaan sebelumnya. Mungkin justru ada sesuatu pada calon kedua yang membuat orang menjauh.

Dalam kehidupan nyata, semua ciri itu datang sebagai satu paket. Kita mengenali orang, bukan daftar variabel. Justru di situlah kesulitan penelitian tentang perilaku pemilih bermula. Kemenangan seorang calon tidak dengan sendirinya menjelaskan bagian mana dari dirinya yang membuat orang memilih.

Jens Hainmueller, Daniel J. Hopkins, dan Teppei Yamamoto menawarkan cara untuk membuka paket tersebut. Dalam artikel yang terbit di Political Analysis pada 2014, mereka menjelaskan bagaimana eksperimen conjoint dapat mengukur pengaruh beberapa ciri secara bersamaan. Salah satu contoh mereka adalah penilaian terhadap calon presiden hipotetis di Amerika Serikat.

Pemilih menghadapi orang yang utuh

Bayangkan kita ingin tahu apakah pendidikan tinggi membantu kandidat memperoleh dukungan. Membandingkan dua politisi yang sungguh-sungguh ada akan membawa banyak persoalan. Keduanya mungkin berbeda dalam partai, pengalaman, popularitas, cara berbicara, hingga jumlah uang kampanye. Pendidikan sulit dipisahkan dari semua itu.

Eksperimen conjoint menyederhanakan persoalan dengan menyusun profil calon rekaan. Responden membaca dua profil berdampingan, lalu memilih salah satunya. Ciri pada tiap profil diacak sehingga pendidikan tertentu tidak selalu melekat pada usia, pekerjaan, atau pendapatan yang sama.

Cobalah membandingkan pasangan di bawah ini. Anda juga bisa memberi nilai dukungan kepada masing-masing calon sebelum menentukan pilihan. Tidak ada jawaban yang dianggap benar. Kegiatan ini hanya membantu merasakan situasi yang dihadapi responden, bukan mengukur kecenderungan pemilih Indonesia.

01 · Coba sendiri

Dua calon, banyak pertimbangan

Baca profilnya, beri nilai dukungan, lalu pilih satu calon. Coba hingga enam pasangan untuk melihat perbedaan antara penilaian dan pilihan Anda.

Latihan pribadi · Profil hipotetis dari kategori penelitian AS
Pasangan 1 dari 6
Calon A
Usia
45 tahun
Pendidikan tinggi
Universitas negeri
Pekerjaan
Pemilik usaha
Pendapatan tahunan
US$54 ribu
Agama
Katolik
Latar ras atau etnis
Hispanik
Dinas militer
Tidak pernah
Gender
Laki-laki
Tidak pernahSelalu
Calon B
Usia
60 tahun
Pendidikan tinggi
Universitas Ivy League
Pekerjaan
Guru sekolah menengah
Pendapatan tahunan
US$92 ribu
Agama
Protestan arus utama
Latar ras atau etnis
Asian American
Dinas militer
Pernah
Gender
Perempuan
Tidak pernahSelalu

Profil berisi delapan ciri. Pilihlah setelah membaca keduanya.

Pilih satu calon untuk melanjutkan.
Ubah sendiri ciri kedua calon

Gunakan untuk mencoba perbandingan. Mengubah profil tidak menghasilkan prediksi dukungan.

Latihan ini tidak merekam jawaban ke server dan bukan survei. Profil tidak memakai nama atau foto orang nyata. Kategori ras atau etnis mempertahankan label asal penelitian. Latihan ini meminta skor sebelum pilihan; penelitian menanyakan pilihan terlebih dahulu, lalu skor. Urutan atribut pada latihan dibuat tetap agar mudah dibaca; dalam penelitian, urutannya diacak antarresponden.

Banyak ciri, satu cara untuk memisahkannya

Contoh kandidat dalam penelitian ini memuat delapan atribut. Ada usia, pendidikan perguruan tinggi, pekerjaan, pendapatan tahunan, agama, latar ras atau etnis, gender, dan pengalaman dinas militer. Partai serta sikap kebijakan tidak dimasukkan. Penulis memang memusatkan contoh ini pada ciri pribadi kandidat, bukan mencoba menjelaskan seluruh pertimbangan dalam pemilu.

Enam atribut memiliki enam kemungkinan nilai. Dua lainnya memiliki dua. Jika semua kombinasi diperbolehkan, ada 186.624 profil yang mungkin terbentuk. Peneliti tentu tidak harus menunjukkan seluruhnya kepada setiap orang. Mereka mengambil profil secara acak, lalu mencari pola dari banyak perbandingan.

02 · Jelajahi penelitian

Mengapa dua calon saja belum cukup

Aktifkan atau matikan atribut untuk melihat banyaknya profil yang mungkin. Semua atribut aktif menunjukkan ruang pilihan dalam rancangan asli.

186.624
kemungkinan profil kandidat
6 × 6 × 6 × 6 × 6 × 6 × 2 × 2
Delapan atribut membuka banyak kombinasi. Peneliti mengacak profil agar dapat mengukur pengaruh rata-rata tiap ciri tanpa menguji semua kombinasi satu per satu.
Hitungan kombinasi berasal dari enam atribut dengan enam nilai dan dua atribut dengan dua nilai, dalam rancangan tanpa pembatasan kombinasi. Mematikan atribut di sini hanya ilustrasi perhitungan. Tidak mengubah data atau hasil penelitian.

Survei kandidat ini melibatkan 311 responden yang direkrut melalui Amazon Mechanical Turk. Mereka ditawari enam pasangan profil. Analisis yang dilaporkan menggunakan 1.733 perbandingan, atau 3.466 profil yang dinilai. Jumlah profil bukan jumlah orang. Satu responden dapat memberi beberapa jawaban.

Pengacakan adalah bagian pentingnya. Kandidat lulusan universitas bergengsi dapat muncul dengan beragam pekerjaan dan pendapatan. Dengan demikian, pengaruh pendidikan dapat dirata-ratakan di atas campuran ciri lain yang ditentukan oleh rancangan eksperimen.

Pendidikan memberi keuntungan, tetapi angka perlu dibaca utuh

Hasil contoh ini memperlihatkan bahwa pendidikan dapat mengubah penilaian. Kandidat lulusan Ivy League, kelompok universitas bergengsi di Amerika Serikat, memperoleh skor dukungan rata-rata 0,13 lebih tinggi daripada kandidat tanpa gelar sarjana. Angka tersebut berada pada skala yang sudah diubah menjadi 0 sampai 1.

Skala asli pertanyaannya adalah 1 sampai 7, dari tidak pernah mendukung sampai selalu mendukung. Setelah dikembalikan ke skala itu, selisih 0,13 setara dengan sekitar 0,78 poin. Ini perubahan penilaian, bukan tambahan 13 persen suara.

Pekerjaan juga menimbulkan perbedaan. Kandidat yang disebut bekerja sebagai penjual mobil mendapat penilaian sekitar 0,08 lebih rendah daripada pemilik usaha. Usia 75 tahun mendapat penilaian sekitar 0,07 lebih rendah daripada usia 36 tahun. Pengalaman dinas militer memberikan kenaikan yang lebih kecil, sekitar 0,03.

Pembaca bisa membuka setiap perbandingan dalam grafik. Perhatikan juga garis di sekitar titik. Garis itu menunjukkan ketidakpastian estimasi, bukan rentang sifat yang dimiliki kandidat. Selisih kecil dengan rentang lebar memberi alasan lebih lemah untuk menarik kesimpulan tegas.

03 · Jelajahi penelitian

Ciri mana yang mengubah penilaian?

Enam perbandingan yang angkanya disebutkan dalam teks penelitian. Pilih satu baris untuk membaca pembanding dan ketidakpastiannya.

Estimasi rata-rataPerkiraan interval 95%
−0,100+0,10
Perubahan rata-rata skor dukungan pada skala 0 sampai 1

Keuntungan lulusan Ivy League dihitung terhadap profil tanpa gelar sarjana, bukan terhadap semua kandidat lain.

Buka catatan angka dan pengukuran

Angka disalin dari halaman jurnal 19, bagian 5.1. Enam hasil ini dipilih karena koefisien dan galat bakunya tertulis dalam uraian. Skor 1 sampai 7 diubah menjadi 0 sampai 1 dengan rumus (skor − 1) ÷ 6. Untuk mengembalikan selisih ke skala asal, kalikan dengan 6.

Ini efek pada skor dukungan, bukan tambahan suara atau peluang menang. Interval dihitung ulang dari koefisien ± 1,96 × galat baku yang dibulatkan di teks; nilainya mendekati, bukan salinan persis garis pada Gambar 2. Penelitian memakai galat baku yang dikelompokkan menurut responden.

Dalam contoh yang sama, penulis tidak menemukan perbedaan dukungan yang jelas berdasarkan gender, sementara pengaruh pendapatan serta latar ras atau etnis relatif terbatas. Hasil itu tidak membuktikan bahwa diskriminasi tidak ada. Temuannya berlaku pada jawaban sampel ini, dengan informasi dan pilihan yang diberikan dalam eksperimen.

Rata-rata bukan cerita setiap pemilih

Istilah teknis untuk selisih yang diukur adalah average marginal component effect, biasa disingkat AMCE. Untuk membacanya, kita dapat bertanya seberapa besar dukungan berubah ketika satu nilai atribut menggantikan nilai pembanding, setelah dirata-ratakan di atas ciri lain dan profil lawannya.

Kata pembanding tidak boleh hilang. Keuntungan lulusan Ivy League tadi dihitung terhadap kandidat tanpa gelar sarjana. Penurunan dukungan pada usia 75 tahun dihitung terhadap usia 36 tahun. Mengganti pembanding berarti mengganti pertanyaan yang dijawab oleh angkanya.

Rata-rata itu juga tidak membuat seluruh responden memiliki selera yang sama. Sebagian bisa menyukai pengalaman militer, sebagian tidak. Estimasi merangkum pengaruh rata-rata dalam rancangan tersebut. Ia tidak membaca pikiran satu pemilih, dan tidak memberikan skor kemenangan untuk seorang calon tertentu.

Menyukai calon belum tentu membuat orang memilihnya

Salah satu bagian paling menarik dari penelitian ini muncul ketika penulis membedakan dua pertanyaan. Seberapa besar seseorang mendukung tiap calon? Dan jika harus memilih satu dari dua calon, siapa yang dipilih?

Kandidat berpendapatan sangat tinggi, 5,1 juta dolar setahun, mendapat skor dukungan sekitar 0,031 lebih rendah daripada kandidat berpendapatan 32 ribu dolar. Namun, ketika responden harus memilih satu dari dua profil, penulis melaporkan bahwa penalti untuk kandidat sangat kaya itu hampir nol.

Orang dapat merasa kurang nyaman dengan suatu ciri tanpa menjadikannya alasan utama untuk menolak calon. Lawan yang tersedia ikut menentukan pilihan. Dua calon mungkin sama-sama kurang disukai, tetapi responden tetap harus memilih salah satu.

Perbedaan jenis ukuran terlihat pula pada agama. Dibandingkan profil dengan kategori agama None, atau tanpa agama, profil Mormon mendapat skor dukungan sekitar 0,06 lebih rendah. Dalam pilihan berpasangan, peluangnya dipilih turun rata-rata sekitar 14 poin persentase. Keduanya mengukur hal yang berbeda sehingga besar angkanya tidak bisa langsung dipertandingkan.

04 · Jelajahi penelitian

Pertanyaan berubah, makna angkanya ikut berubah

Bandingkan dua ukuran dari responden yang sama. Skor dukungan menilai tiap calon. Pilihan berpasangan menentukan satu calon di antara dua alternatif.

US$5,1 juta dibandingkan US$32 ribu per tahun

Skor dukungan
Seberapa besar dukungan Anda kepada calon ini?
−0,031
Selisih skor pada skala 0 sampai 1

Setara dengan sekitar −0,186 poin pada skala asal 1 sampai 7.

Perkiraan interval 95% dari −0,060 sampai −0,002.

Pilihan berpasangan
Dari kedua calon ini, siapa yang Anda pilih?
Hampir nol
Ringkasan penulis untuk penalti pada peluang dipilih

Penilaian yang sedikit lebih rendah tidak diikuti penalti yang berarti dalam perbandingan satu lawan satu.

Teks tidak memberikan koefisien dan galat baku rinci untuk contoh ini.

Kurang disukai belum tentu berarti tidak dipilih. Profil lawan dan ciri lain ikut hadir dalam keputusan.

Uraian hasil pada halaman jurnal 19 dan Gambar 2. Kedua ukuran berbeda satuan. Efek agama Mormon pada pilihan berpasangan adalah −0,14, dengan galat baku 0,03, setara −14 poin persentase. Angka rinci pilihan untuk pendapatan sangat tinggi tidak direka dari posisi titik gambar.

Angka tentang agama tersebut merekam respons peserta survei di Amerika Serikat. Ia bukan penilaian atas kualitas suatu agama atau petunjuk untuk menyingkirkan kelompok tertentu. Bagi pembaca Indonesia, pelajarannya adalah pentingnya memeriksa bagaimana identitas memengaruhi penilaian, dengan bukti dari konteks yang sesuai.

Eksperimen yang rapi tetap memiliki batas

Pengacakan memberi dasar yang kuat untuk menghubungkan perubahan atribut dengan perubahan jawaban dalam eksperimen. Akan tetapi, responden Mechanical Turk bukan sampel yang mewakili seluruh pemilih Amerika Serikat. Terlebih lagi, penelitian ini tidak mengukur pemilih Indonesia.

Profil singkat juga berbeda dari kampanye sungguhan. Dalam pemilu, informasi tidak selalu tersedia secara merata. Ada pemilih yang mengetahui rekam jejak calon, ada yang hanya mengenali nama atau mendapat cerita dari orang lain. Isyarat partai dan kebijakan, yang sengaja tidak dimasukkan dalam contoh ini, dapat menjadi bagian penting dari keputusan.

Rancangan survei perlu diperiksa. Apakah peserta makin lelah setelah beberapa tugas? Apakah posisi profil di kiri atau kanan memengaruhi pilihan? Apakah urutan atribut mengubah perhatian? Penulis membahas pemeriksaan seperti ini agar pengaruh atribut tidak tertukar dengan pengaruh cara pertanyaan disajikan.

Jawaban yang dianggap pantas secara sosial juga dapat memengaruhi survei. Menampilkan banyak ciri memberi responden lebih dari satu alasan untuk memilih, tetapi tidak otomatis menghapus seluruh bias. Karena itu, hasil eksperimen paling berguna ketika dibaca bersama rancangan, sampel, dan jenis jawaban yang diukur.

Pertanyaan yang lebih berguna untuk pemilu kita

Untuk Indonesia, manfaat penelitian ini terutama terletak pada cara bertanya. Daripada berhenti pada pernyataan bahwa pemilih mencari calon muda, berpengalaman, atau dekat dengan warga, kita dapat merancang perbandingan yang menguji pengaruh masing-masing ciri secara lebih jelas.

Atributnya tidak harus mengikuti contoh Amerika Serikat. Sebuah penelitian tentang pemilihan kepala daerah, misalnya, dapat memeriksa pengalaman pemerintahan, rekam pelayanan, atau kedekatan dengan daerah. Itu usulan rancangan baru, bukan hasil yang sudah ditemukan oleh artikel ini.

Pilihan atribut perlu mengikuti pertanyaan penelitian. Bila ingin mengetahui pertukaran antara pengalaman dan rekam integritas, kedua informasi itu harus didefinisikan dengan terang. Bila ingin meneliti pengaruh partai, label partai perlu hadir dalam rancangan. Faktor yang tidak diujikan tidak dapat diberi kesimpulan dari hasil ini.

Bagi pembaca berita politik, ada kebiasaan sederhana yang bisa dibawa pulang. Saat mendengar klaim bahwa suatu ciri membuat kandidat disukai, tanyakan dibandingkan dengan siapa, diukur melalui pertanyaan apa, dan pada pemilih yang mana.

Pemilih memang menilai calon sebagai satu sosok. Penelitian membantu kita mengurai penilaian tersebut tanpa melupakan bahwa keputusan akhirnya tetap lahir dari perbandingan. Yang dicari bukan selalu kandidat sempurna. Sering kali, yang dipilih adalah orang yang dinilai lebih layak daripada pilihan lain yang tersedia.

Rujukan dan catatan angka

  1. Hainmueller, Jens, Daniel J. Hopkins, dan Teppei Yamamoto. 2014. Causal Inference in Conjoint Analysis — Understanding Multidimensional Choices via Stated Preference Experiments. Political Analysis 22(1), 1–30. DOI 10.1093/pan/mpt024.

  2. Naskah penelitian pada laman penerbit. Rancangan kandidat pada bagian 2.1, hasil pada bagian 5.1 dan Gambar 2, serta pembahasan pemeriksaan rancangan dan batas penelitian pada bagian 5.3 dan 6.
  3. Daftar publikasi penulis dan arsip replikasi yang dirujuk penulis. Visual angka di halaman ini memakai koefisien dan galat baku dalam teks artikel, bukan pengolahan ulang dataset replikasi.
  4. Profil latihan memakai kategori asli penelitian dengan label berbahasa Indonesia. Latihan, perhitungan jumlah kombinasi, dan ringkasan pilihan pembaca adalah alat penjelas. Pembahasan kemungkinan penelitian Indonesia merupakan interpretasi dan usulan penulis blog.

Komentar

Ikuti tulisan berikutnya

Dapatkan kabar artikel baru melalui email jika Anda memilih berlangganan.

Pilih langganan email

Komentar

Diskusikan tulisan ini. Komentar pembaca ditampilkan setelah disetujui penulis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Bagikan artikel

Apa yang Sebenarnya Dicari Pemilih dari Seorang Kandidat

WhatsAppFacebookXTelegramLinkedIn

Tampilan bacaan

Sesuaikan lebar tulisan dan kolom samping.

Cari

Cari artikel berdasarkan topik, kategori, atau kata kunci.