23 Oktober 2019
Manusia menciptakan sejarahnya sendiri, namun mereka tidak menciptakan sesuai dengan kehendaknya. Mereka tidak membuat masa depan dengan kondisi-kondisi yang dapat dengan bebas mereka pilih, namun dalam keadaan yang telah eksis terjadi dan terwarisi dari masa lalu, tempat tradisi dari generasi...
06 Oktober 2019
Ketika seseorang memproduksi 1 ton padi pada tahun 1950 atau abad sebelumnya dan dimakannya sendiri, makan sistem produksi itu lebih menjadi objek antropologi tentang hadiah dewi padi bagi umat...
29 September 2019
Dalam beberapa dekade terakhir, momok kebakaran telah menampakkan secara luas dan menciptakan gelombang keperdulian, kepentingan dan sekaligus peringatan. Khusus di Indonesia, dalam sejarah...
Catatan Saya

23 Oktober 2019
Muhammad Habibi
Manusia menciptakan sejarahnya sendiri, namun mereka tidak menciptakan sesuai dengan kehendaknya. Mereka tidak membuat masa depan dengan kondisi-kondisi yang dapat dengan bebas mereka pilih, namun dalam keadaan yang telah eksis terjadi dan terwarisi dari masa lalu, tempat tradisi dari generasi terdahulu membebani mereka yang hidup seperti sebuah mimpi buruk.
06 Oktober 2019
Muhammad Habibi
Ketika seseorang memproduksi 1 ton padi pada tahun 1950 atau abad sebelumnya dan dimakannya sendiri, makan sistem produksi itu lebih menjadi objek antropologi tentang hadiah dewi padi bagi umat manusia.
29 September 2019
Muhammad Habibi
Dalam beberapa dekade terakhir, momok kebakaran telah menampakkan secara luas dan menciptakan gelombang keperdulian, kepentingan dan sekaligus peringatan. Khusus di Indonesia, dalam sejarah pengelolaan sumberdaya hutan, kebakaran hutan dan lahan selalu menjadi bagian yang tidak mudah diisolasi dan dieksklusi.
05 Agustus 2019
Muhammad Habibi
Modernisasi telah menjadi hambatan sendiri dengan terciptanya dan terkonsolidasikannya kelas atas kelas baru yang mencaplok hampir seluruh keuntungan pembangunan ekonomi di pusat-pusat kawasan perkotaan sambil menyandera kawasan-kawasan lainnya.
11 Juli 2019
Muhammad Habibi
Rejim Orde Baru Soeharto (berserta keluarga dan kroninya) berjaya menguras kekayaan daerah Aceh, Riau, Kalimantan Timur, Papua dan beberapa tempat lain, sambil membangun dan memelihara local strongmen untuk menjaga serta mempertahankan kekuasaannya di peringkat daerah.