Pelajaran dari Pemilukada 2017 dan 2018 untuk Mewujudkan Pemilu Serentak 2019 yang Berintegritas

Berpijak pada pelaksanaan Pemilukada serentak yang telah dilaksanakan pada awal tahun 2017 dan pertengahan tahun 2018 bahwa secara umum pemilihan kepala daerah secara langsung telah berhasil dilaksanakan oleh penyelenggara pemilu dengan berbagai capaian-capainnya. Di sisi lain, Pemilukada telah melahirkan persoalan yang meninggalkan catatan buruk bagi pelaksanaan Pemilukada. Persoalan konflik pasca pemilukada, money politics, black campaign serta kualitas kandidat yang masih jauh dari harapan.

Semangat dari Pemilukada antara lain memberikan pendidikan politik bagi rakyat di tingkat lokal serta sebagai mekanisme menghasilkan tatanan pemerintahan lokal yang baik (local good governance), idealnya dijadikan patokan bagi penyelenggara pemilu, kandidat, masyarakat, partai politik bahkan lembaga swadaya masyarakat untuk bekerja dan mengawal pemilihan kepala daerah agar demokrasi di tingkat lokal baik secara prosedural maupun substansi tetap terjaga. Lanjutkan membaca “Pelajaran dari Pemilukada 2017 dan 2018 untuk Mewujudkan Pemilu Serentak 2019 yang Berintegritas”

Calon Kepala Daerah Harus Tau: Banyak Uang Bukan Jaminan Keterpilihan

Korupsi pemilu terutama jual beli suara membuat rapuh representasi politik dan menurunkan legitimasi pemerintahan. Penelusuran dalam tulisan ini menunjukkan bahwa uang (dan juga barang) bukanlah faktor penentu utama untuk memenangi pemilu. Beragam variabel membentuk hubungan antara pemilih dan politikus dan membentuk formula yang kompleks. Upaya mencegah praktik jual beli suara dalam pemilu/ pemilukada adalah usaha yang rumit. Lanjutkan membaca “Calon Kepala Daerah Harus Tau: Banyak Uang Bukan Jaminan Keterpilihan”

Awas, Menjelang Pilkada Incumbent Selewengkan Anggaran

Kota Samarinda merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia serta salah satu kota terbesar di Kalimantan yang terdiri dari 10 Kecamatan, 59 Kelurahan dengan luas sekitar 718 km2 dengan jumlah penduduk berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda tahun 2015 sebanyak 812.597 jiwa yang secara sosial budaya merupakan perpaduan antara berbegai kultur yang mendiami Kota Samarinda. Lanjutkan membaca “Awas, Menjelang Pilkada Incumbent Selewengkan Anggaran”