Apakah Demokrasi Cocok untuk Indonesia?

Pertanyaan ini sebenarnya tidak perlu diajukan. Menurut penulis, tidak ada alternatif terhadap demokrasi bagi Indonesia. Apa kita mau kembali ke demokrasi terpimpin? Apa kita lupa malapetaka luar biasa yang mengakhiri demokrasi terpimpin yang juga begitu mengerikan karena populisme demokrasi terpimpin tidak memungkinkan pandangan-pandangan berbeda? Apakah kita menginginkan seorang Pak Harto baru? Tentu model Pak Harto tak mungkin terulang. Kadang-kadang kita lupa bahwa konflik-konflik bernuansa etnis dan agama yang sudah mulai meledak pada tahun-tahun terakhir pemerintahan Soeharto menunjukkan bahwa Soeharto hanya menutup-nutupi, tetapi tidak mengintegrasikan unsur-unsur penuh perpecahan dalam masyarakat. Lanjutkan membaca “Apakah Demokrasi Cocok untuk Indonesia?”

Demokrasi Kita dalam Kondisi Kritis

Pemilihan umum di daerah, terutama pemilihan langsung gubernur dan bupati, mudah membangkitkan lagi primordialisme etnis dan menyulut ketegangan antara penduduk asli dan pendatang, sering dengan nuansa konflik agama. Keharusan para calon politisi memobilisasi para pendukung menggoda mereka untuk membangkitkan prasangka dan konflik-konflik etnis tersembunyi. Potensi konflik itu begitu mencolok sehingga masalah itu perlu diberi perhatian sangat serius. Kiranya mekanisme-mekanisme demokratis perebutan kekuasaan di tingkat provinsi dan kabupaten perlu diubah. (Magnis Suseno, 2013) Lanjutkan membaca “Demokrasi Kita dalam Kondisi Kritis”

Calon Kepala Daerah Harus Tau: Banyak Uang Bukan Jaminan Keterpilihan

Korupsi pemilu terutama jual beli suara membuat rapuh representasi politik dan menurunkan legitimasi pemerintahan. Penelusuran dalam tulisan ini menunjukkan bahwa uang (dan juga barang) bukanlah faktor penentu utama untuk memenangi pemilu. Beragam variabel membentuk hubungan antara pemilih dan politikus dan membentuk formula yang kompleks. Upaya mencegah praktik jual beli suara dalam pemilu/ pemilukada adalah usaha yang rumit. Lanjutkan membaca “Calon Kepala Daerah Harus Tau: Banyak Uang Bukan Jaminan Keterpilihan”

Dicari Kepala Daerah yang Tidak Rakus dan Tamak!

Tahun 2018 merupakan tahun politik, pada tahun ini menjadi salah satu isu penting, tidak hanya untuk masa depan yang demokrasi kita, tapi juga untuk imajinasi kebangsaan. Kecenderungan ini menempatkan kita dalam kondisi di persimpangan jalan, harapan akan politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat dipertaruhkan dalam pemilihan umum kepala daerah. Ditahun ini juga kita melihat “tragedi” banyaknya kepala daerah yang ditangkap tangan korupsi. Hal ini menjadi preseden buruk bagi pemerintahan daerah dan indikasi kuat bahwa terdapat patologi yang harus kita benahi bersama untuk menciptakan kondisi pemerintahan daerah yang bersih dan dapat melayani dengan baik. Lanjutkan membaca “Dicari Kepala Daerah yang Tidak Rakus dan Tamak!”