Serunya Pilkada Kaltim

muhammad_habibi
doc. muhammadhabibi.net

muhammadhabibi.NET – Tahun 2018 merupakan tahun politik bagi 171 daerah, dengan 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan hajatan politik ini. Tidak terkecuali salah satu provinsi terkaya di Indonesia yaitu Kalimantan Timur (Kaltim). Aroma kuat politik bahkan tercium jauh sebelum proses pendaftaran bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Sejak 2017, Jalan-jalan di Kaltim dihiasi berbagai baliho besar dengan sosok dengan berbagai sosok yang menjadi bakal calon gubernur, sebut saja Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebagai bakal calon gubernur (Cagub) Kaltim yang sedang diunggulkan oleh sebagian warga Kaltim sebelum ditetapkan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 26 September 2017 sebagai tersangka kasus gratifikasi semasa kepemimpinan Taufiequrrachman Ruki sekitar tujuh tahun lalu. Yang membuatnya tidak dapat menjadi Cagub Kaltim.

Irjen (Pol) Safaruddin, Mantan kepala kepolisian daerah (Kapolda) Kaltim ini juga digadang-gadang menjadi calon kuat dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Kaltim, baliho bertebaran di sepanjang jalan di Kaltim dan di depan instansi kepolisian. Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menerbitkan surat telegram rahasia terkait mutasi perwira Polri. Dalam surat telegram mutasi nomor ST/16/I/2018 tertanggal 5 Januari 2018, terdapat sejumlah nama perwira Polri yang akan mencalonkan diri dalam Pilkada serentak tahun ini termasuk Safaruddin. Safaruddin dimutasi dari posisinya sebagai Kapolda Kalimantan Timur menjadi perwira tinggi Badan Intelijen Keamanan Polri dalam rangka pensiun. Kapolri menunjuk Brigjen (Pol) Priyo Widyanto sebagai pengganti Safaruddin. Priyo sebelumnya menjabat kapolda Jambi. Safaruddin berpasangan dengan Rusmadi Wongso mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur dengan didukung PDIP dan Partai Hanura.

Berikutnya, pada 2 Januari 2018 dua bakal calon kuat lainnya, yakni Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dan Walikota Balikpapan Rizal Effendi diperiksa kepolisian. Jaang diduga diperiksa terkait dengan terbitnya SK Nomor 551.21/083/HK-KS/II/2016 tentang Penetapan Pengelola dan Struktur Tarif Parkir pada Area Parkir Pelabuhan Peti Kemas, Palaran, atas nama KSU PDIB. Rizal diperiksa di Polda Kaltim terkait dengan kasus dugaan korupsi rumah potong unggas (RPU) di Km 13, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, sejak awal 2016.  Berpasangan dengan Awang Ferdian Hidayat putra  dari Gubernur Awang Faroek Ishak dengan didukung Partai Demokrat dan PPP dan PKB.

Andi Sofyan Hasdam mantan Walikota Bontang akan berpasangan dengan Nusyirwan Ismail wakil Walikota Samarinda. Diketahui, Paslon dengan akronim Annur ini diusung oleh Golkar dan Nasdem. Pasangan ini mendaftar pada 10 Januari 2018. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang juga Dewan Pembina DPW Nasdem Kaltim, memastikan diri tidak bersedia menjadi Juru Kampanye (Jurkam) untuk Pasangan Calon (Paslon) Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail. Awang sendiri akan menjadi juru kampanye pasangan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat.

Isran Noor mantan bupati Kabupaten Kutai Timur 2009-2015 maju menjadi Cagub Pilkada Kalimantan Timur 2018 berpasangan dengan Hadi Mulyadi merupakan Anggota DPR RI dari Fraksi PKS. Ia juga pernah menjabat Ketua DPW PKS Kaltim., pasangan ini didukung oleh koalisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Pasangan mendaftar menjadi bakal calon pada 8 Januari 2018 dan merupakan pasangan pertama yang mendaftar.

 

2 tanggapan untuk “Serunya Pilkada Kaltim

  1. Dyah Anugrah Pratama Balas

    Semoga terus semangat menulis untuk mewarnai literasi perpolitikan Kalimantan Timur, bahkan hingga Indonesia. Tetap berimbang dan tidak memihak. Proud of you, Mas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *