Calon Kepala Daerah Harus Tau: Banyak Uang Bukan Jaminan Keterpilihan

Korupsi pemilu terutama jual beli suara membuat rapuh representasi politik dan menurunkan legitimasi pemerintahan. Penelusuran dalam tulisan ini menunjukkan bahwa uang (dan juga barang) bukanlah faktor penentu utama untuk memenangi pemilu. Beragam variabel membentuk hubungan antara pemilih dan politikus dan membentuk formula yang kompleks. Upaya mencegah praktik jual beli suara dalam pemilu/ pemilukada adalah usaha yang rumit.

Pengalaman di Filipina dan Thailand menggambarkan ketidakmampuan para “perekayasa” sistem pemilu untuk mengentaskan praktik jual beli suara, walau sistem dan tata cara pemilu serta peraturan yang berkaitan dengan transaksi suara telah direformulasi (Schaffer dan Schedler 2007), begitu pula di Indonesia (Badoh dan Dahlan 2010).

Pemilu memberi peluang bagi warga kelas bawah untuk mendapatkan material (dana) karena kebijakan dan perundangan yang dihasilkan oleh lembaga politik tidak menjamin kebutuhan real seperti layanan sosial, akses atas kapital, dan kepastian hak atas tanah. Memberikan suara saat pemilu merupakan upaya untuk menjamin akses terhadap sumber daya ekonomi dan layanan publik (Callahan 2005b). pemilih dari kelas bawah paham bahwa saat pemilulah mereka bisa “mendikte” para kandidat karena begitu terpilih maka mereka akan dipinggirkan.

Jika selama ini gencar dilakukan voters education, maka menjadi penting untuk menjadi politicians education terutama dalam hal pilihan strategi kampanya. Politisi perlu diingatkan bahwa praktik jual beli suara sangat rumit dan tingkat keberhasilannya tidak bisa diprediksi. Walau memiliki sumber daya yang banyak sekalipun, tidak ada jaminan untuk menangani pemilu. Akibatnya para kandidat yang melakukan jual- beli suara hanyalah melakukan perjudian.

Jika kebijakan-kebijakan dan program-program menyentuh kebutuhan para pemilih dari kelas bawah, maka bisa diprediksi mereka akan memilih platform dan program partai yang mereka anggap mewakili kepentingan masyarakat kelas bawah (Callahan 2005). penyediaan layanan publik, pengelolaan sumber daya alam, serta akses terhadap modal yang dijamin oleh Negara akan berdampak pada menurunnya praktik jual-beli suara yang kerap justru menyengsarakan kandidat.

Tawaran di atas bertujuan untuk memutus lingkaran setan votebuying dengan menyetarakan ketimpangan struktural. Harapannya unequal dyadic relationship menjadi equal dyadic relationship. Dan lebih penting, menghadirkan clean politics atau politik yang berintegritas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *